Friday, April 9, 2010

Home » » BUDI DAYA TANAMAN BROKOLI

BUDI DAYA TANAMAN BROKOLI

Friday, April 9, 2010

DAYA BROKOLI
Nama Latin : Brassica olerecea cv. Brocolli
Nama Inggris: Brocolli
Famili : BRASSICACEAE



1. Cultivar
�� Royal Green, Delicate Green, Green King, Radiant
Green, Tender Green, Green Jewel
2. Penyiapan Benih
�� Sterilisasi benih, dengan merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau dengan merendam benih dalam air panas 55o C selama 15-30 menit
�� Penyeleksian benih, dengan merendam biji dengan air, dimana benih yang baik akan tenggelam
�� Rendam benih selama ± 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar benih cepat berkecambah
3. Persemaian
Tempat persemaian
�� Penyemaian di bedengan : sebelum bedengan
dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lalu dibuat
bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari
Utara ke Selatan. Bedengan dinaungi dengan
naungan plastik, jerami atau daun-daunan setinggi
1,25-1,50 m di sisi Timur dan 0,8-1,0 m di sisi Barat.
�� Penyemaian dilakukan dengan dua cara yaitu
disebar merata diatas bedengan atau disebar di
dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.
Alat Persemaian
�� Kertas plastik atau daun pisang : ukuran diameter 4-
5 dan tinggi 5 cm
�� Sprayer (hand sprayer) : volume 1 liter
�� Media semai : campuran ayakan pupuk kandang
matang dan tanah halus dengan perbandingan 1:2
atau 1:1
Penyemaian Benih
�� Penyemaian dilakukan dengan dua cara yaitu
disebar merata diatas bedengan atau disebar di
dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.
Transplanting
�� Sekitar 2 minggu setelah semai, bibit dipindahkan ke
dalam bumbung. Lalu bibit dipindahkan ke
lapangan setelah memiliki 3-4 helai daun atau kirakira
berumur 1 bulan.
4. Persiapan Lahan
�� Lahan dibersihkan dari tanamn liar dan sisa-sisa
akar, dicangkul sedalam 40-50 cm, lalu dibuat
bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 35 cm dengan
jarak bedengan 40 cm. Pada lahan miring perlu
dibuat parit di antara bedengan tetapi jika lahan
datar, parit ini tidak perlu dibuat.
�� Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih
rendah dari 5,5 dengan dosis kapur yang sesui
dengan nilai pH tanah tetapi umumnya berkisar
antara 1-2 ton/ha dalam bentuk kalsit atau dolomit.
Kapur dicampurkan merata dengan tanah pada
saat pembuatan bedeng.
�� Pada saat pembuatan bedengan berlangsung,
campurkan 12,5-17,5 ton/ha pupuk kandang di
tambahkan dengan asumsi populasi tanaman/ha
antara 25.000-35.000.
�� Selain itu juga diberikan pupuk dasar berupa ZA, urea, SP-36 dan KCl Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada Tabel 5. www.vitroculture.blogspot.com
5. Penanaman
�� Jarak tanam yang dipakai adalah 50x50 cm untuk
kultivar bertajuk lebar dan 45x65 cm untuk kultivar
tegak.
�� Waktu tanam terbaik adalah di pagi hari antara jam
06.00-09.00 atau sore hari antara jam 15.00-17.00
�� Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah
berumur sekitar satu bulan, atau sudah mempunyai
3-4 helai daun.
�� Satu lubang tanam diisi satu bibit.
�� Pemindahan secara hati-hati jangan sampai akar
atau daunnya rusak.
6. Pemeliharaan
Penyulaman
�� Jika ada tanaman yang rusak atau mati,
penyulaman dapat dilakukan sampai sebelum
tanaman berumur kira-kira dua minggu.
Perempalan
�� Perempalan tunas cabang dilakukan seawal
mungkin supaya ukuran dan kualitas massa bunga
yang terbentuk optimal.
�� Segera setelah terbentuk massa bunga, daun-daun
tua diikat sedemikian rupa sehingga massa bunga
ternaungi cahaya matahari. Penutupan ini berfungsi
untuk mempertahankan warna bunga supaya tetap
putih.
Pengendalian Hama dan Penyakit
�� Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan
melakukan bibit yang bebas penyakit, merendam
benih di air panas (50o C) atau di dalam
fungisida/bakterisida selama 15 menit, sanitasi
kebun, rotasi tanaman, menanam kutivar tahan
penyakit, menghindari tanaman dari kerusakan
mekanis atau gigitan serangga, melakukan sterilisasi
media semai atau lahan kebun, pengapuran pada
tanah masam dan mencabut tanaman yang
terserang penyakit.
�� Untuk mencegah serangan hama dan penyakit,
penyemprotan pestisida telah dilakukan walaupun
belum ada gejala serangan, penyemprotan
dilakukan setiap 2 minggu.
Penyiangan
�� Penyiangan yang dilakukan bersamaan dengan
penggemburan dilakukan bersama-sama dengan
pemupukan susulan yaitu 7-10 hari setelah hari
tanam (hst), 20 HST, dan 30-35 HST. Penyiangan dan
penggemburan harus dilaksanakan dengan hatihati
dan jangan terlalu dalam agar tidak merusak
akar kubis bunga yang dangkal.
�� Pada masa akhir pertumbuhan vegetatif (memasuki
masa pembungaan) penyiangan dihentikan.
Pemupukan tambahan
�� Pupuk susulan diberikan pada umur 1,3,5 MST di
sekeliling tanaman sejauh 10-15 cm dari batangnya
lalu ditimbun tanah. Dosis pupuk sesuai dengan
rekomendasi
�� Bersamaan dengan pupuk susulan III tanaman
dapat juga disemprot dengan pupuk daun yang
mengandung N dan K tinggi.
Penyiraman
�� Pengairan dilakukan secara rutin di pagi atau sore
hari. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan 1-
2 kali sehari terutama pada saat tanaman berada
pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan
bunga.


Budidaya Tanaman Lainnya:



 
Copyright 2011. vitroculture.blogspot.com . All rights reserved