Tuesday, December 6, 2011

Budidaya Sorgum

Tuesday, December 6, 2011

Budidaya Sorgum, Pengembangan tanaman serelalia selain padi dan jagung perlu dilakukan untuk
menunjang pengembangan diservikasi pangan sebagai bahan alternatif guna memenuhi
kebutuhan pangan (hidup) dimasa mendatang. Tanaman sorgum mempunyai keunggulan yang
tak kalah dengan tanaman pangan lain seperti : daya adaptasi luas, tahan terhadap kekeringan, dapat diratun, dan sangat cocok dikembangkan di daerah marginal. Seluruh bagian tanaman mempunyai nilai ekonomis. Selain budidaya yang mudah, sorgum juga mempunyai manfaat yang sangat luas antara lain untuk pakan ternak, bahan baku industri makanan dan minuman,bahan baku untuk media jamur merang (mushroom), industri alkohol, bahan baku etanol dansebagainya.

Tanaman sorgum dapat berproduksi walaupun dibudidayakan dilahan kurang subur,
air yang terbatas dan masukan (input) yang rendah, bahkan di lahan berpasirpun sorgum dapat
dibudidayakan. Namun apabila ditanam pada daerah yang berketinggian diatas 500m dpl
tanaman sorgum akan terhambat pertumbuhanya dan memiliki umur yang panjang.
Tanaman sorgum sebenarnya sudah lama dikenal dan sudah banyak ditanam petani di
Indonesia. Namun tampaknya, tanaman ini kurang berkembang dengan baik. Pengembangan
jenis tanaman pangan ini akan dapat berhasil apabila dikelola dengan baik.

A. Penyiapan Lahan dan Pengelolaan Tanah
Pengolahan tanah paling baik dilakukan 2-4 minggu sebelum tanam.
1. Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya, kemudian dicangkul atau
dibajak 2 kali setelah itu digaru dan diratakan.
2. Dibuat saluran drainase disekeliling atau ditengah lahan.Untuk lahan yang hanya
mengandalkan residu air tanah, pengolahan dilakukan secara ringan dengan
mencangkul tipis permukaan tanah untuk mematikan gulma. Pengolahan tanah secara
ringan sangat efektif untuk manghambat penguapan air tanah sampai tanaman panen.
3. Tanah yang sudah diolah sebaiknya diberi pupuk organik, misalnya pupuk kandang
atau kompos.
Pengolahan tanah ini bertujuan antara lain untuk memperbaiki struktur tanah, memperbesar
persediaan air, mempercepat pelapukan, meratakan tanah dan memberantas gulma.

B. Pemilihan Varietas
Varietas unggul yang dianjurkan untuk ditanam harus memeperhatikan kegunaan dan
lingkungan tumbuhnya. Untuk keperluan konsumsi pangan manusia (pangan) varietas yang
dianjurkan antara lain UPCA SI, Keris, Badik dan Hegari Genjah. Karena varietas ini
mempunyai keunggulan berumur genjah, tinggi batang sedang, berbiji putih dengan rasa
sebagai nasi cukup enak. Varetas Numbu dan Kawali yang dilepas tahun 2001 juga
mempunyai rasa olah sebagai nasi cukup enak, namun umurnya relatif lebih panjang.
Sedangkan untuk pakan ternak dipilih varietas sorgum yang tahan hama penyalit, tahan rebah,
tahan disimpan dan dapat diratun. Pada lingkungan yang ketersediaan airnya terbatas dan
masa tanam yang singkat dipilih varietas-varietas umur genjah seperti Keris, Badik, Lokal
Muneng dan Hegari Genjah. Ditinjau dari segi hasil, varietas umur genjah memang hasilnya
jauh lebih rendah daripada varietas umur sedang atau dalam, tetapi keistimewaannya dapat
segera dipanen, menyelamatkan dari resiko kegagalan hasil akibat kekeringan.

C. Penanaman
Sorgum dapat ditanam pada sembarang musim asalkan pada saat tanaman muda tidak
tergenang atau kekeringan. Namun, waktu tanam yang baik adalah pada akhir musim hujan
atau awal musim kemarau. Kebutuhan benih untuk bertanam sorgum berkisar 10 kg/ha
dengan jarak tanam 70 cm x 20 cm cm atau 60 cm x 20 cm tergantung tingkat kesuburan
tanah. Menanam sorgum dapat dilakukan dengan cara ditugal seperti halnya menanam jagung,
bila jaraknya tidak terlalu rapat. Lubang tanam diisi sekitar 3-5 biji benih, kemudian ditutup
dengan tanah ringan. Pada saat tanam, dibuat juga lubang pupuk dengan tugal sejauh 15 cm
dari lubang tanam.

D. Pemupukan
Sebaiknya pemupukan diberikan secara lengkap (NPK) agar produksi yang dihasilkan
cukup tinggi. Dosis pemupukan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada tingkat
kesuburan tanah dan varietas yang ditanam, tetapi secara umum dosis yang dianjurkan adalah
200kg urea, 100kg TSP atau SP36 san 50kg KCL. Pemberian pupuk Urea diberikan dua kali,
yaitu 1/3 bagian diberikan pada waktu tanam sebagai pupuk dasar bersama-sama pemberian
pupuk TSP/SP36 dan KCL. Sisanya (2/3 bagian) diberikan setelah umur satu bulan setelah
tanam. Pemupukan dasar dilakukan saat tanam dengan cara ditugal sejauh 7 cm dari lubang
tanam,sedang KCL dalam lubang di sisi yang lain. Pemupukan kedua juga ditugal sejauh ± 15
cm dari barisan, kemudian ditutup dengan tanah. Lubang tugal baik untuk pupuk dasar
maupun susulan sedalam ± 10 cm.
E. Pemeliharaan
1. Pengairan
Walaupun tanaman tahan terhadap kekeringan, namun pada fase awal pertumbuhan
membutuhkan air yang cukup.
2. Penjarangan Tanaman
Tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam dilakukan penjarangan agar diperoleh
tanaman sorgum yang tumbuh subur dan berproduksi tinggi. Caranya, dengan
mencabut rumpun tanaman yang kurang baik dan hanya disisakan 2 rumpun tanaman
untuk dipelihara hingga panen.
3. Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan mencabut tumbuhan pengganggu (gulma) hingga
perakarannya secara hati-hati, agar tidak mengganggu perakaran tanaman utama.
Gulma yang telah dicabut sebaiknya ditampung atau dikubur disuatu tempat agar
membusuk sehingga kemudian dapat dijadikan kompos.
4. Pembubunan
Pembubunan dilakukan dengan cara menggemburkan tanah disekitar tanaman sorgum,
kemudian menimbunkan tanah tersebut pada pangkal batang tanaman sorgum shingga
sehingga membentuk gundukan-gundukan kecil yang bertujuan untuk mengokohkan
batang tanaman agar tidak mudah rebah dan merangsang terbentuknya akar-akar baru
pada pangkal batang.
5. Hama Penyakit dan Cara Pengendaliannya
1) Colletortichum gramini colum (Ces.) G.W. Wild (Penyakit Bercak Daun)
Penyakit ini menyebabkan bercak pada daun dengan warna kemerah-merahan atau
keungu-unguan dan menyebabkan busuk merah pada batang dimana jaringan bagian
dalam buku berair dan berubah warnanya. Penyakit ini menyebar secara luas. Bercak
daun mengakibatkan daun mengering, karena itu butir menjadi hampa, sementara
busuk merah menyebabkan batang berair dan patah.
2) Helmithosporium turcicum Pass (Penyakit Blight)
Penyakit ini menyerang sorgum secara luas, terutama pada kondisi yang lembab.
Serangan penyakit ini menimbulkan bintik-bintik ungu kemerah-merahan atau
kecoklatan yang akhirnya menyatu. Penyakit blight daun dapat menyerang
pembibitan maupun tanaman dewasa. Kultivar yang resisten belum diketahui.
3) Puccinia purpurea Cooke
Penyakit karat sering terjadi secara luas pada sorgum tetapi pertumbuhan penyakit
tidak berlangsung lagi apabila tanaman sorgum telah mencapai dewasa.
4 ) Atherigona varia Soccata (Rond.) (Lalat Bibit Sorgum).
Hama ini merupakan hama yang utama di daerah tropis. Prinsip pengendaliannya
adalah dengan penanaman pada waktunya (tanam serempak) dan menanam kultivar
yang mempunyai kemampuan memulihkan luka setelah diserang.
5) Prodenia Litura F. (Ulat dawn).;
Pengendaliannya dengan menggunakan insektisida dengan jenis dan dosis yang
dianjurkan.
F. Panen
Tanaman sorgum sudah dapat dipanen pada umur 3-4 bulan tergantung varietas.
Penentuan saat panen sorgum dapat dilakukan dengan berpedoman pada umur setelah biji
terbentuk atau dengan melihat ciri-ciri visual biji. Pemanenan juga dapat dilakukan setelah
melihat adanya ciri-ciri seperti daun-daun berwarna kuning dan mengering, biji-biji bernas
dan keras serta berkadar tepung maksimal.
G. Budidaya Lanjutan
Untuk meningkatkan produksi sorgum dapat dilakukan budidaya lanjutan dengan cara
ratun yaitu pemangkasan batang tanaman pada musim panen pertama yang dilanjutkan
dengan pemeliharaan tunas –tunas baru pada periode kedua. Adapun tatacara budidaya
sorgum ratun setelah panen musim pertama adalah sebagai berikut :
1. Setelah panen pertama segera dilakukan pemotongan batang yang tua tepat di atas
tanah.
2. Tanah dan di sekitar sorgum dibersihkan dari rumput liar dan gulma.
3. Dibuatkan larikan kecil sejauh 10-15 cm dari pangkal batang tanaman sorgum
kemudian disebarkan pupuk yang terdiri dari 45 kg Urea + 100 kg TSP +50 kg
KCL per hektar. Satu bulan kemudian diberikan pupuk susulan berupa 90 kg
Urea/ha.
4. Tanaman yang berasal dari tunas-tunas baru (ratun) dipelihara dengan baik seperti
Pada pemeliharaan tanaman periode pertama.
Pada stadium buah tua dilakukan panen musim kedua. Pemotongan harus tepat
dilakukan diatas permukaan tanah agar tunas-tunas baru tumbuh dari bagian batang yang
berada pada dalam tanah.
I. Pasca Panen
1. Pengeringan.
Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran selama ± 60 jam hingga kadar
air biji mencapai 10 - 12 %.
2. Penyimpanan
Bila biji disimpan dalam ruangan khusus penyimpanan (gudang), maka tinggi gudang
harus sama dengan lebarnya supaya kondensasi uap air dalam gudang tidak mudah
timbul. Dinding gudang sebaiknya terbuat dari bahan yang padat sehingga perubahan
suhu yang terjadi pada biji dapat dikurangi. Tidak dianjurkan ruang penyimpanan dari
bahan besi, karma sangat peka terhadap perubahan suhu. Sebelum disimpan biji harus
kering, bersih dan utuh (tidak pecah).
J. Pengolahan
• Bergs Sorgum (bergs sorgum giling)
Bergs Sorgum yang dimaksud adalah biji Sorgum lepas kulit sebagai hasil penyosohan
sehingga diperoleh bergs sorgum giling. Untuk menyosoh biji sorgum digunakan
mesin yang terdiri dari silinder gurinda batu, sehingga bergs yang dihasilkan putih
bersih. Dengan sifat ini ternyata sorgum jenis non waxy dapat digunakan sebagai nasi,
bubur dan bentuk olahan lain. Sedangkan jenis sorgum ketan (waxy Sorgum) yang
rasanya pulen dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat minyak (snack) seperti tape,
Temper, rengginang dan wajik.
• Tepung Sorgum.
Tepung sorgum dapat diperoleh dengan menggiling bergs sorgum dalam mesin yang
dilengkapi dengan silinder besi yang tajam dan licin. Campuran 60% tepung kedelai
dengan 30% tepung sorgum dapat menghasilkan roti dan kue yang cukup baik dan
murah harganya.
• Uji ( thin poridge )
Jenis makanan ini terbuat dari tepung sorgum dan banyak dipakai di negara kenya,
Tanzania, Uganda, Sudan dan India dengan nama yang berbeda-beda. Uji dibuat dari
1 bagian tepung sorgum. 3 - 4 bagian air, satu bagian susu cair dan gula secukupnya.
Cara membuat:
Mula-mula tepung dicampur bagian air yang tersedia, tutup wadahnya dan biarkan
selama 24 jam. Air yang tersisa didihkan dan ditambahkan pada tepung yang
terfermentasi tadi, kemudian dimasak selama 10-15 menit sehingga halus dan kental
lalu tambahkan gula selanjutnya dihidangkan.
• I Ugali ( Stift Oorrid)
Jenis makanan ini berasal dari Uganda dan Kenya dengan nama Tuwo dan di India
disebut sangat.
Cara membuat ugali sama dengan membuat uji. hanya disini tepung yang digunakan
jumlahnya lebih banyak dan berasal dari biji yang disangrai. kecambah atau biji yang
dikuliti. Selama ditanak. ugali tidak menyebar atau tidak meleleh bila dimasukkan ke
dalam air dingin.

Selengkapnya...

Budidaya Jagung

Tanaman jagung merupakan bahan baku industri pakan dan pangan serta sebagai makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia. Dalam bentuk biji utuh, jagung dapat diolah misalnya menjadi tepung jagung, beras jagung, dan makanan ringan (pop corn dan jagung marning). Jagung dapat pula diproses menjadi minyak goreng, margarin, dan formula makanan. Pati jagung dapat digunakan sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan seperti es krim, kue, dan minuman.

Karena cukup beragamnya kegunaan dan hasil olahan produksi tanaman jagung tersebut diatas, dan termasuk sebagai komoditi tanaman pangan yang penting, maka perlu ditingkatkan produksinya secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan.

SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG

Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal.

Suhu optimum antara 230 C - 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG
A. Syarat Benih Jagung

Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).
B. Pengolahan Tanah

Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm.

Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.
C. Pemupukan

Takaran per hektar pupuk kandang 2 ton, urea 300 kg, SP36 150 kg, KCl 75 kg. Pupuk urea diberikan 2 kali, masing-masing 1/2 bagian pada saat tanaman berumur 18 hari dan 35 hari. Sedangkan pupuk kandang, SP36 dan KCl diberikan seluruhnya pada saat tanam.
D. Penanaman Jagung

Waktu tanam · Sebaiknya musim penghujan.
1. Penentuan Pola Tanaman Jagung

Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :

- Tumpang sari ( intercropping ),melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.

- Tumpang gilir ( Multiple Cropping ),dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll.

- Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping ),pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.

- Tanaman Campuran ( Mixed Cropping ), penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.
2. Lubang Tanam dan Cara Tanam Tanaman Jagung

Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang).

- Penjarangan dan Penyulaman

Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

- Penyiangan

Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.

- Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.

- Pengairan dan Penyiraman

Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.


Selengkapnya...

Wednesday, July 28, 2010

Budidaya Leci Kom

Wednesday, July 28, 2010

Leci Kom adalah leci dataran rendah yang berasal dari Cina Selatan yang adaktif di dataran rendah dan panas yang menurut cerita dibawa oleh seorang saudagar asal Cina yang merapatkan kapalnya di Samut Songkhram Thailand. Famili Sapindaceae ini dulunya adalah buah kesukaan Yang Kuei Fei - seorang selir dari Kaisar Hsuan Tsung pada zaman dinasti Ming di Cina.


Hampir semua kebanyakan penduduk di Samut Songkhram bertanam leci kom. Varietas leci unggul ini bersosok pendek dan bertajuk kompak, cocok dengan namanya yang berarti kerdil. Terbukti tanaman disana yang berumur 20 tahun pun rata-rata hanya setinggi 4-5 meter saja. tanaman leci kom baru belajar berbuah pada umur kira-kira 3-4 tahun dengan bibit hasil cangkokan. Di Payangan Bali, dengan umur 10 tahun baru berproduksi hanya beberapa dompol saja meski pada umur 5 tahun sudah mencapai panenan sekitar 25 kg.

Leci Kom di Samut Songkhram Thailand Utara tumbuh di kebun-kebun yang hanya berjarak puluhan kilometer dari laut atau tepi pantai dan kurang lebih hanya 50 meter dpl dengan panas mencapai 40 derajat Celsius. Lantaran sudah beradaptasi dengan iklim tropis, leci kom berbeda dengan varietas leci dataran tinggi. Bila leci dataran tinggi membutuhkan udara dingin 10-12 derajat di malam hari selama sekitar 50-100 jam supaya berbunga yang menjadi cikal dari buah, leci kom hanya memerlukan 30-50 jam dengan suhu 15-20 derajat, kata seorang pakar tanaman di Thailand.
Semoga dengan catatan pendek ini, leci kom bisa menjadi pilihan anda untuk ditanam di halaman rumah anda atau di kebun karena leci yang biasa hanya bisa berbuah di dataran tinggi saja. Kini leci kom menjadi pilihan untuk ditanam di dataran rendah dan panas....

Selengkapnya...

Tuesday, May 25, 2010

BUDIDAYA KACANG PANJANG

Tuesday, May 25, 2010

Nama Latin: Vigna unguilata
Nama Inggris: Yard Long Beans
Famili : LEGUMINOCEAE
1. Cultivar
Super sainan, Sentosa, 777, Green arow, B&W seed
2. Pembenihan


�� Biji yang diperoleh dijemur sampai kering selama 3
hari dengan sinar matahari.
3. Pengolahan Tanah
Penggemburan
�� Tanah yang akan ditanami sebelumnya dibersihkan
dulu dari gulma. Penggemburan yanah dilakukan
dengan cara membalik dan menghancurkan
bongkahan tanah menjadi butir-butir yang lebih
kecil.
�� Tanah dicangkul dengan kedalaman 20-30 cm.
�� Tanah tersebut dibiarkan 3-4 hari.
Pembuatan bedengan
�� Tanah tersebut dibuat bedengan yang lebarnya 80-
100 cm. Diantara bedengan dibuat saluran
drainase dengan lebar 30 cm. panjang bedengan
disesuaikan dengan lahan.
Pengapuran
�� Pengapuran hanya dilakukan jika tanah bereaksi
terlalu masam. Derajat kemasaman yang sesuai
untuk kacang panjang sekitar 5.5 - 6.5. Cara
pengapuran yaitu dengan menaburkan kapur
secara merata ke seluruh lahan. Tanah dibiarkan
selama 2-3 minggu hingga siap ditanami.
4. Penanaman
Waktu tanam
�� Penanaman kacang panjang sebaiknya dilakukan
pada awal dan akhir musim hujan.
Cara penanaman
�� Benih kacang panjang dapat langsung ditanam di
bedengan tanpa disemaikan terlebih dulu.
�� Penanaman dilakukan dengan membuat lubang
tanam. Kedalaman lubang tanam sekitar 4-5 cm.
jarak antar lubang tanam sekitar 25-30 cm, dan
antar barisan 60-75 cm.
�� Pada tiap lubang tanam dimasukkan 2 butir benih,
lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis.
5. Pemeliharaan
Penyulaman
�� Kegiatan penyulaman dilakukan seminggu setelah
penanaman.
Penyiraman
�� Penyiraman dilakukan pagi dan sore pada saat
musim kemarau.
Penyiangan
�� Penyiangan dilakukan 3 dan 6 MST. Bersamaan
dengan penyiangan ini dilakukan pendangiran,
dengan tujuan agar tanah menjadi gembur
kembali.
Pemupukan
�� Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan
disajikan pada Tabel 10. Pupuk urea tidak diberikan
sekaligus, tetapi dilakukan 2 tahap. Setengan dosis
pada saat tanam dan sisanya diberikan pada saat
tanaman berumur 3 MST. Pupuk TSP dan KCl
diberikan seluruhnya pada saat penanaman.
�� Pemberian pupuk diberikan pada tanaman dengan
cara membuat lubang, kira-kira 5-7 cm di sisi barisan
benih.
Pemasangan turus
�� Untuk menghasilkan produksi yang tinggi perlu
diberikan turus untuk merambatkan tanaman.
Sebagai turus dapat digunakan batang kayu atau
belahan bambu yang panjangnya 150-200 cm dan
lebarnya 2-3 cm. pemasangan turus dilakukan
pada setiap tanaman setelah berumur 2 minggu
atau mencapai tinggi kira-kira 25 cm.
Pemangkasan
�� Pemangkasan pucuk cabanng dilakukan satu kali
sebelum tanaman berbunga, yakni pada umur
sekitar 3-4 MST. Caranya adalah dengan
memotong pucuk sekitar 2-3 ruas.
By: www.vitroculture.blogspot.com

Selengkapnya...

Wednesday, May 12, 2010

BUDIDAYA BABY CORN (baby)

Wednesday, May 12, 2010

Nama Latin: Zea Mays
Nama Inggris: Baby Corn
Famili : POACEAE
1. Cultivar
Bright jean, SD2, Honey Jean, Honey Pearl
2. Pengolahan Lahan
Tanah diolah dengan dibajak/dicangkul. Gulma


dan rumput liar dicabut dan dibuang.
�� Beri pupuk kandang sebanyk 2 ton/ha ditabur
diatas tanah lalu dicangkul hinggatercampur
merata dengan tanah. Beri tambahan kapur (jika
perlu) hingga pH 6-7.
�� Setelah tanah diolah buat guludan berukuran 2.6 x
25 m
�� Buat parit dengan tinggi 20 cm dan lebar 40 cm
3. Penanaman
�� Buat lubang tanam dengan ukuran 65 x 15 cm
�� Satu lubang tanam cukup diisi satu benih disertai
pemberian furadan 1-2 gr pada setiap lubang.
�� Lakukan pemupukan dengan pupuk dasar yaitu
urea, SP36 KCl. Pemberian pupuk dilakukan dengan
cara ditugal dengan jarak 5 cm dari setiap lubang.
4. Pemeliharaan
Penyiraman
�� Penyiraman dilakuakn sesaat setlah ppenanaman
benih untuk membantu perkecmbahan benih.
Selanjutnya dilakukan satu kali perhari selam minggu
pertama. Penyiraman selanjutnya dilakukan
kembali setelah memasuki minggu ke-4 (saat
pembentukan tonggol). Perlu diperhatikan,
penyiraman dilakukan secukupnya agar tidak
membuat tanaman mati membusuk.
Penyiangan
�� penyiangan dilakukan sesering mungkin dengan
membersihkan atau mencabuti tanaman liar
(gulma).
Pembumbunan
�� Dilakukan bersamaan dengan penyiangan
pertama dan pada minggu kelima.
Pemberian pupuk lanjutan
�� Pemupukan yang kedua dan ketigan diberikan
pada umur 3, dan 6 MST. Pupuk ditaburkan pada
larikan berjarak 3 cm untuk tanamn Perkiraan dosis
dan waktu aplikasi
Pembuangaan bunga jantan
�� Detasseling dilakukan 40 hari setelah tanam (pada
daerah dataran rendah) dan sekitar 55 hari untuk
daerah dataran tinggi. Caranya dengan
mencabut tangkai bunga jantannya.
5. Panen dan Pasca panen
�� Panen pertama dapat dilakukan pada hari kedua
setelah tongkol muncul. Panen berikutnya
dilakukan setiap hari sekali. Segera disortir sesuai
dengan grade yang sesuai pesanan pasar.


Selengkapnya...
 
Copyright 2011. vitroculture.blogspot.com . All rights reserved